Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia turun menjadi 4,65% pada Mei 2026. Meski menunjukkan perbaikan, jumlah angkatan kerja yang belum terserap pasar kerja masih mencapai sekitar 7,22 juta orang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja Indonesia pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 148,19 juta orang telah bekerja, sedangkan sisanya belum terserap ke dunia kerja.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, penurunan TPT mencerminkan perkembangan positif indikator ketenagakerjaan nasional yang sejalan dengan penguatan sejumlah variabel ekonomi makro.
BPS mencatat, TPT pada Mei 2026 sebesar 4,65%, turun 0,03 poin persentase dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 4,68%. Pada periode yang sama, jumlah angkatan kerja bertambah sekitar 497 ribu orang, sedangkan jumlah penduduk bekerja meningkat sekitar 522 ribu orang.
Kemenko Perekonomian menyebut capaian TPT sebesar 4,65% pada 2026 mendekati level terendah yang tercatat pada 1994, yakni 4,36%. Capaian tersebut dinilai signifikan karena jumlah angkatan kerja Indonesia saat ini telah mencapai 155,41 juta orang, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan sekitar 83,32 juta orang pada era 1990-an, menurut data yang disampaikan dalam rilis Kemenko Perekonomian.
- Baca juga : Dampak MSCI Bursa IHSG Melemah Drastis
Sebagai perbandingan historis, tingkat pengangguran Indonesia sempat mencapai 11,24% pada 2005. Sementara itu, pada masa pandemi Covid-19 pada 2020, TPT tercatat sebesar 7,07%. Kemenko Perekonomian menilai tren penurunan pengangguran tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi serta peningkatan daya serap industri dan investasi.
Meski demikian, penurunan tingkat pengangguran belum serta-merta menunjukkan seluruh persoalan pasar kerja telah teratasi. Dengan jutaan orang masih belum terserap, penciptaan lapangan kerja tetap menjadi tantangan bagi perekonomian nasional. Disisi lain netizen mempertanyakan kualitas pekerjaan karena pekerja formal di Indonesia cuma 40,58 persen saja.
