IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan Rabu (21/10) di zona hijau, dengan kenaikan 0,94% ke 5.328,36 setelah sempat terkontraksi pada sesi pertama. Nilai total transaksi di pasar saham mencapai Rp17,90 triliun, lebih tinggi dari rata-rata transaksi harian pekan lalu yang berada di kisaran Rp16 triliun.
Volume saham yang diperdagangkan mencapai 35 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi 1,74 juta kali. Penguatan IHSG terjadi setelah pasar merespons keputusan Bank Indonesia (BI), yang tetap menahan suku bunga acuan di 5,75%. Keputusan ini membuat suku bunga acuan tetap di level yang sama, dalam lima bulan berturut-turut.
Tak lama setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sikap. Yaitu terhadap gejolak di pasar keuangan Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Salah satunya terkait guncangan yang dihadapi pasar saham. Setelah pengelola indeks global MSCI mengusulkan penurunan kasta Indonesia, dari Emerging ke Standalone Market. Baca Juga: Prabowo setuju ubah definisi korupsi agar tak bebani Danantara
Dalam pidatonya di Sidang Kabinet menjelang dua tahun pemerintahaannya di Istana Negara Jakarta, Prabowo mengatakan rakyat Indonesia memiliki keinginan yang cukup besar. Namun keinginan tersebut, kata Prabowo, dihadang oleh banyak pihak dari dalam hingga luar negeri seperti MSCI.
Selain itu, Prabowo menegaskan sikapnya terhadap MSCI, bahwa bangsa Indonesia tidak takut pada siapapun dan tidak akan gentar. “Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, kita rela berkorban,” imbuhnya, dengan menyatakan pemerintahannya, siap melakukan penghematan besar-besaran lagi jika diperlukan.
- Baca juga : Dampak MSCI Bursa IHSG Melemah Drastis
Sentimen MSCI terhadap Indonesia sempat mendorong IHSG jatuh lebih dari 15% dalam dua hari perdagangan. Hingga kembali ke level terendah 6 tahun atau sejak pandemi Covid-19. Penurunan IHSG pada Jumat lalu, bahkan menjadi tekanan intraday terparah sejak krisis moneter 1998.
Seiring penguatan IHSG, investor asing terpantau kembali membawa masuk dana ke pasar saham Indonesia. Mencatatkan net buy atau pembelian bersih Rp12,49 miliar menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun sejak awal tahun ini, total dana asing yang telah meninggalkan pasar saham tercatat mencapai Rp92,09 triliun.
Sejak awal tahun ini IHSG menjadi indeks saham dengan performa terburuk, di antara 32 negara pembanding dari kawasan Asia, Amerika, Eropa, hingga Timur Tengah. Sejak awal tahun IHSG semndiri telah turun sebesar 38,38%. Lalu indeks saham lain di kawasan Asia seperti STI Singapura naik sekitar 17% serta SET Thailand naik 23,5% sejak awal tahun.
