Mantan menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sosok yang ramai diperbincangkan dan mendapat dukungan di masyarakat. Hal ini terjadi setelah pemecatan secara tiba-tiba pada saat rapat dengan DPD menjalankan jabatan sebagai menteri keuangan.
Hingga saat ini belum pasti penyebab Purbaya sampai dipecat oleh presiden Prabowo. Hal ini mengingat Purbaya berada dalam posisi mampu meningkatkan pendapatan negara tanpa menaikan tarif pajak. Bukan hanya itu defisit bahkan inflasi pun juga masih terkendali, disaat utang negara yang besar jatuh tempo.
Ini menyimpulkan spekulasi tekanan terhadap presiden sehingga sang menteri dipecat. Padahal banyak menteri lain yang berkinerja buruk tetap dipertahankan. Bahkan Purbaya memberikan clue dengan menyetir mobil sendiri ke kantor sebelum dipecat, seakan menunjukan dia independen tidak mau di setir dalam mengambil kebijakan.
Layaknya arsitek dan teknik sipil yang tidak mau berkompromi akan kekuatan bangunan yang mereka rancang. Itu pula yang nampak ingin ditunjukan seakan Purbaya bilang, terima atau lupakan karena resiko ada pada saya.
Namun yang pasti Purbaya dipecat tanpa kejelasan dan menimbulkan berbagai pertanyaan. Pertanyaan baru pun muncul di masyarakat seperti selemah itukah presiden Prabowo, dan juga separah itukah kondisi internal pemerintahan sehingga mempunyai banyak faksi yang tidak bisa dikendalikan.
Apapun pertanyaan yang muncul akhirnya membuat satu kesimpulan penting bahwa ketidakpastian kuat ada pada pemerintahan Prabowo saat ini. Padahal ketidakpastian adalah salah satu hal yang dijauhi investor dan pelaku usaha.
Dengan kondisi ekonomi yang melemah, daya beli turun serta lemahnya pemerintahan menghangatnya politik menjadi sebab rakyat harus bersiap. Bahwa mungkin kedepan ekonomi Indonesia belum akan membaik sampai waktu yang belum ditentukan.
