Kabar terbaru serangan Aemerika Serikat “AS” bersama Israel berhasil membunuh pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei. Uniknya hal ini tampak terlalu mudah dan cukup identik dengan penangkapan cepat presiden Venezuela Nicolas Maduro. Polanya sama yakni sanksi ekonomi hingga ekonomi negara kacau miskin, ancam rezim dengan militer dan selanjutnya sangat mudah untuk menjatuhkan pimpinan rezim tersebut.
Jika diamati hal ini mengingatkan pada kata ikonik dalam film James Bond “Lempar tong berisi tikus kelautan, ketika lapar mereka akan saling memakan satu sama lain” kalimat ini bisa menjelaskan apa yang terjadi. Karena alih-alih melakukan serangan total, Amerika bisa jadi lebih memilih diplomasi dibalik layar dengan pihak lawan.
Caranya dengan melakukan kontak dengan pihak yang memiliki kekuasaan namun dinilai masih bisa diajak kerjasama. Dengan sanksi ekonomi dan militer yang menekan, AS membuat kelaparan dan ketakutan rakyat musuhnya sehingga pihak musuh saling memakan satu sama lain. Kemudian datang dengan memberi pilihan, efeknya dimungkinkan Amerika dengan mudah dapat mencapai keingginannya.
- Baca Juga : MBG Mulai Dinantikan Anak di Sekolah
Karena sangat untuk sulit dipercaya presiden dan pimpinan tertinggi suatu negara apalagi sekelas Iran dapat dihancurkan dalam satu serangan tanpa adanya kompromi orang dalam. Selanjutnya dapat ditebak yang dilakukan Iran dan pimpinan terbaru mungkin akan seperti pemimpin Venezuela saat ini.
Jika benar maka Iran seolah akan menyerang balik dan marah, namun kemudian palah berkerjasama dengan AS layaknya Venezuela. Bila ini benar terjadi maka kata-kata dalam film James Bond memang telah mewakilinya.
Kuncinya tekanan ekonomi sehingga rakyat hilang kepercayaan dan militer kuat AS menanti yang membuat pimpinan negara musuh tertekan. Selanjutnya pemberikan opsi pada lawan memilih ‘peluru atau emas” ternyata efektif. Hingga bisa dikatakan bahwa diplomasi dibalik layar itu menjadi kunci kemenangan Amerika pada perang modern.
