MBG atau makan bergizi gratis sebuah program pemerintahan presiden Prabowo yang dikritik banyak pihak. Namun nampaknya program tersebut mulai dinantikan anak-anak di Sekolahan. Terutama program ini dinantikan anak dari keluarga kurang mampu.
Kami telah mewawancarai guru dari SD negeri yang meminta untuk identitas baik pribadi maupun sekolah dirahasiakan. Kami menemukan hal unik dimana pihak guru tersebut mengaku bahwa anak – anak mulai menayakan MBG. Guru ini menambahkan dijaman sulit seperti saat ini banyak anak yang hanya punya uang saku 5000 rupiah.
Baca Juga : Naik Ratusan Persen NJOP Kabupaten Semarang Berpotensi Rugikan Warga
Sehingga kadang hanya mampu anak – anak tersebut membeli air putih dan cemilian ringan, meski berada di Jawa Tengah imbuhnya uang 5000 rupiah bukan uang yang besar. Sehingga menurut beliau program ini sangat membantu siswa terutama dari kalangan kurang mampu.
Meski begitu diakui bahwa program ini cukup merepotkan guru, karena menambah tugas seperti pembersihan kelas setelah MBG. Sebagai catatan tidak semua sekolah mempunyai tenaga kebersihan. Karena itu menurutnya program ini cukup layak untuk dilanjukan dengan perbaikan dan pengawasan.
Dilihat dari hal tersebut meski menyebabkan kontroversi namun manfaat MBG mulai dirasakan anak anak. Sehingga jika pun akhirnya tetap dilanjutkan, program ini pada pokoknya baik namun presiden perlu melakukan evaluasi berkala.
Evaluasi tersebut dari segi perbaikan mutu dan pengumpulan data supaya kedepan data yang tersedia dari MBG tambah akurat. Ini harus dilakukan agar manfaat yang didapat sebanding dengan pengeluaran keuangan negara.
