AHY dan Demokrat Selangkah lagi menuju kemenangan. Hal ini ditunjukan oleh Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) dalam survei yang bertajuk “Pandemi: Persepsi Publik dan Tren Politik Terkini”. Hasil survei tersebut merupakan review termin ketiga survei berkala yang telah dilakukan sebelumnya pada bulan Mei 2021.
Mengenai tren politik terkini terkait elektabilitas tokoh dan parpol menuju pemilu tahun 2024 terproyeksikan jika pilpres dan pileg dilakukan hari ini.
- “Terdapat 16,92 persen responden memilih Ganjar Pranowo yang membuatnya unggul dari semua kandidat setelah pada periode survei CISA. Sebelumnya didominasi oleh Anies Baswedan yang harus puas berada di posisi ketiga dan mendapatkan 16,75 persen. Sedang posisi kedua masih dipegang oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dmeraup 16.83%.” kata Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA Minggu (5/9/2021).
Menariknya, Airlangga Hartarto justru menunjukkan peningkatan signifikan terhadap elektabilitasnya. Sedangkan Prabowo Subianto mengalami penurunan. Airlangga Hartarto menunjukkan peningkatan signifikan dan meraih 7,58 persen. Disusul Ridwan Kamil 5,92 persen, Sandiaga Uno 5,08 persen, Muhaimin Iskandar 5 persen, Puan Maharani 3,67 persen, serta yang Tidak Tahu/Tidak Menjawab sebanyak 12,17 persen.
Di sisi lain, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga saat ini mendominasi peta elektoral parpol di Indonesia. PDI-Perjuangan justru menunjukkan kenaikan elektabilitas sejak survei sebelumnya dan mendapatkan 24,58 persen. Disusul Partai Demokrat konsisten di peringkat kedua dan meraih 18,75 persen
- Baca Juga : Jenis PHK dalam Hubungan Industrial
Hal yang sama juga menguatkan kembali Partai Golkar di posisi ketiga yang meraup 14,25 persen serta Partai Kebangkitan Bangsa yang mendapatkan 10,67 persen. Gerindra mengalami penurunan dan mendapatkan 7,25 persen. Sedangkan PKS kembali konsisten menguat di angka 9,33 persen serta Nasdem harus puas karena hanya mendapatkan 5,33 persen.
Di posisi terakhir, ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendapat 3,75 persen dan Partai Persatuan Pembanguan (PPP) sebesar 2,92 persen. Namun masih terdapat 3,17 persen masyarakat yang Tidak Tahu/Tidak Menjawab.
