Beberapa hari ini ramai tentang bensi yang dicampul etanol, mulai ditolak SPBU swasta hingga kewajiban mencampur etanol 10% di tahun depan. Nah karena itu kami ingin membahas dampak negatif hal ini menurut AI. Berikut ini adalah beberapa efek negatif bensin campur etanol:
- Sistem bahan bakar lebih korosif. Etanol bersifat korosif dan higroskopis (mudah menyerap air). Kondisi ini bisa menimbulkan karat dan kerusakan pada komponen sistem bahan bakar, terutama pada tangki, pompa bensin, dan injektor.
- Merusak komponen karet dan plastik. Etanol dapat melarutkan atau membuat material karet dan plastik yang tidak kompatibel menjadi getas atau mengembang. Ini berbahaya bagi selang bahan bakar, paking (gasket), dan komponen lainnya yang rentan.
- Performa mesin terganggu. Kandungan energi etanol lebih rendah daripada bensin murni, sehingga jarak tempuh kendaraan per liter bahan bakar bisa berkurang (lebih boros). Meskipun pada putaran mesin tertentu etanol bisa meningkatkan tenaga, efeknya bisa berbeda tergantung kadar campuran dan kondisi mesin.
- Masalah saat suhu dingin. Etanol memiliki volatilitas yang lebih rendah, sehingga dapat menyebabkan masalah saat menyalakan mesin dalam kondisi dingin (sulit cold start).
- Menyebabkan kontaminasi mikroba. Karena sifatnya yang menarik air, bensin campur etanol dapat mendorong pertumbuhan mikroba dalam sistem bahan bakar, yang bisa menyumbat filter dan menyebabkan masalah lainnya.
- Limbah cair merusak lingkungan. Produksi etanol, terutama dari bahan nabati, dapat menghasilkan limbah cair yang mencemari lingkungan dan membuat pH tanah menjadi lebih asam.
- Masalah pada kendaraan lama. Kerusakan akibat etanol lebih berisiko terjadi pada kendaraan yang lebih tua dan tidak dirancang untuk menangani bensin campur etanol, karena bahan-bahan yang digunakan pada sistem bahan bakarnya tidak tahan terhadap sifat pelarut etanol.
Hal ini menimbulkan pro kontra di masyarakat serta menguntungkan perusahaan EV terutama dari China yang dikenal menguasai segmen kendaraan listrik di Indonesia. Bila masyarakat tidak setuju tentunya gugatan class action akan jadi solusi untuk mengujinya.
