Kementerian ESDM menyebut, titik pasti eksplorasi panas bumi di wilayah Gunung Ungaran, hingga kini masih dalam proses kajian. Pemerintah memastikan, penentuan lokasi akan mempertimbangkan data potensi panas bumi di bawah permukaan.
Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Priatin Hadi Wijaya mengatakan wilayah kerja panas bumi (WKP) Gunung Ungaran memiliki luas sekira 29.800 hektare, namun, areal yang nantinya digunakan untuk kegiatan eksplorasi diperkirakan jauh lebih kecil. Hal itu dikatakan saat ditemui di Undip, belum lama ini.
Menurut Priatin, diperkirakan yang dipakai antara 0,5 sampai 0,9 hektare per megawatt, sehingga perkiraannya hanya 40 sampai 50 hektare saja. Priatin menjelaskan, luas WKP diperlukan untuk mengetahui lokasi yang memiliki potensi panas bumi.
- Baca Juga : Jual Beli Properti Harus dengan Akta Otentik
Sementara titik yang akan menjadi lokasi kegiatan eksplorasi belum ditentukan, karena masih menunggu hasil studi yang dilakukan badan usaha.
“PLN sebagai pihak yang ditugaskan mengembangkan proyek tersebut masih melakukan berbagai kajian. Di antaranya pengumpulan data geofisika, geokimia, dan geologi untuk mengetahui kondisi bawah permukaan. Titiknya dalam proses studi. Jadi nanti PLN akan membuat laporan secara berkala dan kami akan terus meminta PLN untuk update, termasuk penambahan data bawah permukaan seperti geofisika, geokimia, dan geologi,” kata Priatin.
Lebih lanjut Priatin menjelaskan, terkait penolakan dari sebagian masyarakat, masukan tersebut menjadi informasi penting bagi pemerintah. Aspirasi masyarakat akan disampaikan kepada PLN, sebagai pemegang izin panas bumi.
Disisi lain banyak pihak mengatakan warga masyarakat harus kritis jangan sampai kutukan sumberdaya alam mengintai warga Gunung Ungaran dan sekitarnya. Kutukan dimana pengelola sumberdaya yang menikmati hasil sementara rakyat sekitar cuma menanggung resiko tanpa mendapatkan manfaat. Apalagi isu beredar listrik yang dihasilkan dipakai menambah energi listrik Jawa Tengah untuk proyek AI di Batang keperluan perusahaan.
