Petani pekerjaan mulia yang sering disebut saat ada kampanye pemilu, namun sayang nasib petani seusai pemilu acap kali kurang mendapat perhatian dari berbagai pihak. Hal ini juga nampak jelas dari kasus pembangunan kawasan danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang.
Danau Rawa Pening yang masuk proyek revitalisasi danau nasional dilaksanakan namun kurang memperhatikan aspek kesejahteraan petani. Hal ini terlihat dari BBWS Pemali-Juana yang secara sepihak menutup sebagian aliran air dari Rawa Pening yang menyebabkan ratusan Hektar sawah terendam.
Secara dampak pembangunanan hal ini juga nantinya hanya akan lebih bermanfaat pada investor yang lebih memiliki modal. Padahal dampaknya ribuan sawah petani SHM terendam air, yang sayangnya ganti rugi yang diberikan minim.
Sawah petani terendam hampir 2 tahun lamanya membuat petani kehilangan mata pencaharian. Akhibatnya petani banyak yang menganggur dan ekonomi semakin sulit apalagi ditengah pandemi. Ganti rugi yang layak tak kunjung diberikan permintaan pembukaan pintu air pun seperti angin lalu. Baru setelah media menyoroti pintu air dibuka namun ganti rugi tak seberapa.
Berbagai Pihak Mencoba Untuk Membantu Petani
Kami pun juga mencoba menghubungi pihak yang pernah diminta bantuan petani untuk mengatasi hal ini yakni adalah YLBH Garuda Kencana Kabupaten Semarang. Serta berhasil meminta keterangan dari Sekertaris YLBH Garuda Kencana yakni Advokat R Setya Aji S.E, S.H.
Ia pun menyampaikan bahwa memang sudah menjadi hal lama yang berulang kembali. Petani dieluhkan saat kampanye tapi setelahnya dilupakan. Maka dari itu dahulu kami dari YLBH dan beberapa teman-teman Media mencoba untuk membantu para petani. Namun sayang selepas pintu air dibuka mereka para petani mencabut kuasa, meski begitu kami bisa memakluminya.
Dilain sisi pemerintah sudah seharusnya menyadari pentingnya pekerjaan petani karena berkaitan dengan ketahanan pangan. Kemudian jika petani tidak mendapat perhatian yang selayaknya profesi petani akan ditinggalkan cepat atau lambat. Jika itu terjadi dan petani punah maka jangan harap ketahanan pangan di Indonesia terjadi.
